Jun 2, 2020

Penetapan dan Penegasan Perbatasan Indonesia



Penetapan dan Penegasan Perbatasan Indonesia

Secara geografis  Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia yang menghubungkan dua benua (Asia-Australia) dan dua samudra  ( Hindia dan Pasifik). Merupakan bagian utama jaringan serta jantung perdagangan di belahan dunia timur.  Di Laut wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI berbatasan dengan 10 (sepuluh) negara  sahabat yaitu  India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kepulauan Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste dan di Darat berbatasan dengan 3 (tiga) Negara yaitu ; Malaysia, Papua Nugini dan RDTL. Selain itu terdapat 92 (sembilan puluh dua) buah pulau kecil terluar yang merupakan halaman Negara dan tiga belas diantaranya membutuhkan perhatian khusus.
Mari kita lihat seperti apa pemerintah Kolonial melakukan penetapan batas pada zamannya. Penetapan batas negara antara RI – Malaysia di Pulau Kalimantan sudah dilaksanakan oleh pemerintah Hindia Belanda dan Inggeris pada rentang waktu antara tahun 1891-1930[1]. Sebagai negara kolonial, Belanda dan Inggeris pada zamannya adalah dua negara besar,  sehingga patut dipercaya bahwa teknologi dan kemampuan perpetaan mereka pada zaman itu adalah perpetaan yang terbaik pada zamannya.  Untuk penegasan batas antara negara taklukan mereka di Kalimantan para ahli perpetaan kedua negara itu pada umumnya memanfaatkan semaksimal mungkin tanda-tanda alam di lapangan. Karena itu batas kedua negara di pulau ini mereka lakukan dengan memanfaatkan garis batas alamiah berupa punggung gunung yang mengikuti garis pemisah air (Watershed), sisi kanan sungai dan garis lurus.  
Garis batas tersebut di mulai dari pulau Sebatik di pantai Timur (Kalimantan Timur – Sabah) ke arah Barat sampai di Tanjung Datu di pantai Barat (Kalimantan Barat – Sarawak). Secara umum perbatasan itu telah mengikuti watershed dan garis lurus sebagaimana yang dituangkan oleh kedua negara dalam Traktat. Penetapan batas kedua negara telah dilakukan oleh pemerintah Belanda dan Inggeris  di wilayah itu sejak tahun 1891, 1915 hingga tahun 1928. Dasar-dasar ketentuan hukum tentang penetapan perbatasan wilayah Republik Indonesia – Malaysia di Kalimantan lalu mereka tuangkan dalam treaty atau Traktat. Demikian juga antara RI-PNG di Papua. Hal yang sama dilakukan oleh Belanda dan Portugal di Pulau Timor. Nanti kita disuguhkan secara detail lagi.  
Wilayah perbatasan memiliki nilai strategis baik sebagai kedaulatan, sebagai pangkal pertahanan, sebagai halaman depan kebanggaan juga sebagai titik dasar dalam penetapan garis batas wilayah territorial,  Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen Indonesia. Sebagai halaman depan bangsa ia sekaligus jadi pusat interaksi perekonomian, sosial budaya dengan negara tetangga dalam suatu kerangka masyarakat Asean dan Dunia.  Karena itu tidak diragukan lagi Garis Batas Negara mempunyai arti penting dalam pembangunan kedaulatan negara. Karena itu kita Perlu Tahu Bagaimana Batas Negara itu di tegaskan.

Halaman Depan Negara

Wilayah perbatasan merupakan wilayah terdepan dari kedaulatan negara kita dan mempunyai peranan penting dalam memelihara  kebersaman, pemanfaatan sumberdaya, kepastian hukum bagi penyelenggaraan aktivitas dan kegiatan masyarakat serta untuk menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembangunan wilayah perbatasan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional hakekatnya mempunyai nilai strategis karena mempunyai dampak penting  bagi kedaulatan Negara dan merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi. Kerja sama ekonomi di Perbatasan akan memberikan berbagai keuntungan bagi kedua warga perbatasan.
Selain itu pengelolaan wilayah perbatasan mempu nyai keterkaitan yang saling memengaruhi antara kegiatan yang dilaksanakan di wilayah perbatasan dengan wilayah lain, juga mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan, baik di daerah maupun nasional, serta merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Wilayah perbatasan darat dan pulau-pulau terluar sampai saat ini sebagian besar masih merupakan wilayah terisolir dan tertinggal serta umumnya masyarakatnya masih hidup miskin. Implementasi kebijakan yang telah dilakukan masih menunjukkan  rendahnya keberpihakan, perhatian pembangunan di wilayah perbatasan. Akibatnya berbagai bentuk dan jenis ancaman baik militer maupun nir militer dengan menggunakan wilayah perbatasan sebagai pintu masuk Indonesia, begitu mudah dilakukan.

Arah kebijakan pengelolaan di wilayah perbatasan telah berubah dan diubah sejak berdirinya BNPP  dari kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi kedalam (inward looking) menjadi keluar (outward looking). Paradigma pengelolaan secara “outward looking” tersebut diarahkan untuk mengelola wilayah perbatasan sebagai halaman depan negara yang berfungsi sebagai pintu gerbang keluar/masuk orang, barang dan semua aktivitas, khususnya ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi perbatasan di Indonesia, baik perbatasan darat maupun laut berbeda satu dengan yang lainnya. Demikian pula dengan negara-negara tetangga yang berbatasan, dimana setiap negara memiliki karektaristik yang berbeda. Beberapa negara tetangga memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik, namum sebagian lainnya memiliki kondisi sosial ekonominya lebih terbelakang. Dengan adanya kondisi tersebut, maka masing-masing kawasan perbatasan memerlukan pendekatan yang berbeda.
Pengembangan wilayah atau kawasan perbatasan memerlukan suatu pola atau kerangka penanganan kawasan perbatasan yang menyeluruh meliputi berbagai sektor dan kegiatan pembangunan serta koordinasi dan kerjasama yang efektif,  mulai Pemerintah Pusat sampai  ke tingkat Kabupaten/ Kota dan kecamatan serta Desa. Pola penanganan tersebut dapat di jabarkan melalui penyusunan program pembangunan berdasarkan proses yang partisipatif baik secara horizontal di pusat maupun vertikal dengan pemerintahan daerah, sedangkan jangkauan pelaksanaannya bersifat strategis sampai dengan operasional sesuai dengan fungsi masing-masing sektor.
Fungsi pertahanan negara memiliki peran yang vital, yakni salah satu pilar berdiri tegaknya negara. Fungsi pertahanan negara tidak sekedar memperlengkapi diri dengan Alutsista yang modern akan tetapi melalui suatu Strategi Pertahanan Negara yang efektif dalam mendayagu nakan segenap sumber daya pertahanan bagi perwujudan daya tangkal (deference capability) yang mampu meniadakan setiap bentuk ancamanan. Kalaupun selama ini yang terlihat sektor pertahanannya yang lebih menonjol, sebenarnya hal itu dikarenakan lemahnya sektor non pertahanan itu sendiri. Misalnya petugas negara non pertahanan yang di tugaskan ke wilayah perbatasan umumnya tidak ada yang berjalan secara efektip dan petugasnya tidak sampai di perbatasan tetapi mereka tetap menerima gaji secara utuh.
Ruang wilayah negara merupakan kesatuan wadah yang menentukan keberhasilan missi pertahanan negara. Karena itu perlu di kelola secara benar dan berkesinambungan. Salah satu upaya dalam pengelolaan wilayah adalah melalui Penataan Ruang Wilayah Nasional yang di selenggarakan secara terencana, terpadu oleh pemerintah dengan melibatkan segenap masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat.  Dalam perspektif pertahanan, penataan ruang wilayah negara di selenggarakan dengan strategi penataan ruang kawasan pertahanan baik pada masa damai maupun dalam situasi perang. Kedepan aspek penataan ruang kawasan pertahanan akan semakin penting untuk ditangani dan penanganannya secara lintas sektoral. Persoalan tata ruang di masa mendatang akan semakin kompleks dan perlu koordinasi yang baik.


Belum tuntasnya penegasan garis batas antar negara akan dapat berpotensi menjadi sumber permasalahan hubungan antar negara dimasa datang. Terlebih lagi permasalahan garis batas adalah masalah sensitif yang sulit dikompromikan.  Boleh dikatakan hampir semua negara Asean mempunyai permasalahan batas dengan negara tetangganya. Termasuk di dalamnya persoalan batas di Laut China Selatan. Di samping garis batas, masalah pelintas batas, pencurian sumber daya alam dan kondisi geografi juga merupakan sumber masalah yang dapat mengganggu hubungan antar negara. Oleh karenanya perlu dirumuskan kebijakan pembangunan di wilayah perbatasan, mulai dari bidang pertahanan secara komfrehensif yang dipadukan dengan pemba ngunan dan pengelolaan wilayah  perbatasan dengan melibatkan seluruh stake holder terkait.

Konteks Strategis Wilayah dan Garis Per batasan

Dengan merebaknya isu-isu keamanan non-tradisional, telah menimbulkan implikasi dalam pola interaksi internasional. Implikasi tersebut berupa terjadinya perubahan tata hubungan internasional yang ditandai dengan munculnya berbagai persepsi, konsepsi dan pendekatan yang harus di kaitkan dengan berbagai penyelesaian permasalahan global maupun regional, baik dalam konteks pengaturan tata hubungan antar negara maupun dalam pola pengaturan keamanan internasional, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap kebijakan nasional.
Realitas yang ada bahwa keamanan nasional yang kini dihadapi mempunyai keterkaitan dengan isu-isu yang berdimensi eksternal, yang tidak terlepas dari akumulasi aspek instabilitas ekonomi, politik, sosial budaya dan hankam, yang cenderung bersifat asimetris. Keterpurukan ekonomi, gejolak politik domestik terganggunya keamanan dan semakin tajamnya kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat  telah memicu konflik komunal, banyak di pengaruhi oleh kecenderungan lingkungan strategis secara signifikan. Kondisi tersebut senantiasa berubah dengan cepat dan penuh ketidak pastian, sehingga dapat mengancam stabilitas keamanan nasional yang pada dasarnya menjadi tumpuan bagi kelangsungan pemba ngunan di semua aspek kehidupan nasional.
Pada tingkat global, perkembangan demokrasi menjadi indikator penting dan universal dalam mengontrol kehidupan politik negara-negara berkembang, sehingga dapat menekan tingkat pelanggaran kemanusiaan (HAM) dan mendorong upaya perdamaian global. Dengan  semakin besarnya peran PBB dan masuknya Indonesia dalam jajaran Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB serta jadi kelompok G-20, membuka peluang bagi upaya baru dan revitalisasi PBB dalam mengatasi sejumlah komflik di berbagai kawasannya khususnya di negara berkembang di kawasan Asia tenggara dan Asia Timur.
Pada tingkat regional, perkembangan kinerja ASEAN relatif dapat memberikan kontribusi dalam mendorong kerjasama ekonomi dan keamanan, termasuk semakin meluasnya jaringan ASEAN, menyusul terlibatnya sejumlah negara di luar kawasan dalam kerjasama regional ASEAN (ASEAN Plus 3 dan 6). Gagasan Gagasan “Security Community” dan peran ASEAN Regional forum dapat menjadi pintu dan sekaligus media strategis dalam mengembangkan kerjasama dan dialog dalam meningkatkan rasa saling percaya serta penyelesaian konflik di kawasan. Penanganan sejumlah kejahatan trannasional termasuk terorisme dapat di atasi secara signifikan dan tergolong mengalami kemajuan, sehingga dunia internasional semakin memberikan perhatiannya dalam mendukung mempertahankan stabilitas di kawasan.
Sedangkan pada tingkat nasional, perkembangan demokrasi mengalami kemajuan pesat dan masyarakat mulai semakin dewasa dalam menentukan sikap politiknya, sehingga melahirkan kesadaran akan pentingnya kesinambungan pembangunan ekonomi dan keamanan serta pemeliharaan lingkungan berkaitan dengan terjadinyanya berbagai krisis dan bencana alam. Tersedianya cadangan dan potensi sumberdaya nasional yang memadai, dapat diolah dan di dayagunakan sedemikian rupa dalam rangka kepentingan terselenggaranya pembangunan nasional  dan pertahanan negara di masa depan.

Kerjasama Antar Negara

Belum oftimalnya keterkaitan pengelolaan perbatasan dengan kerjasama sub Regional maupun Regional. Kerjasama bilateral, sub regional, maupun regional memberikan suatu peluang besar bagi pengembangan kawasan perbatasan. Kerjasama regional dan sub regional yang ada saat ini seperti ASEAN, Indonesia Malaysia Singgapura – Growth Triangle (IMS-GT), Indonesia Malaysia Thailand – Growth Triangle (IMT-GT), Australia Indonesia Develop ment Area (AIDA), maupun Brunai Indonesia Malaysia Philipina – East Asian Growth Area.
Pada umumnya meliputi provinsi-provinsi di wilayah perbatasan di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi. Namum demikian bentuk-bentuk kerjasama ini belum memiliki keterkaitan dengan pembangunan kawasan perbatasan, karena kondisinya yang tertinggal dan terisolir. Kini isolasi itu sudah dibenahi. Jalan parallel perbatasan sudah dibangun. Pembangunan infrastruktur sudah dimulai. Jadi tidak ada lagi alasan yang membuat gerak ekonomi perbatasan tertahan. Kini peran Pemda sangat diharapkan. Kalau wilayah perbatasannya sudah maju tentu akan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan secara kese luruhan.
Selama ini karena kerjasama antar negara untuk menanggulangi pelanggaran hukum di kawasan perbatasan seperti illegal logging, illegal fishing, penyelundupan narkotika, pelanggaran batas negara dan berbagai jenis pelanggaran lainnya belum di laksanakan secara oftimal karena adanya isolasi. Di beberapa daerah kepulauan misalnya kepulauan Riau, Sangihe dan talaud, perairan Kalimantan Timur, Papua  dan NTB dan NTT, meski sudah dilakukan “penenggelaman kapal” tetapi masih saja terdapat beberapa nelayan asing teruitama dari Thailand dan philipina yang melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa ijin karena ketidak tahuan batas laut antara kedua negara. Pembicraan bilateral untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan negara tetangga perlu di lakukan, mengingat sumberdaya yang telah di curi selama ini merugikan negara dalam jumlah yang cukup besar.
Semua itu dan dalam rangka memelihara, membangun dan memperkuat  keutuhan wilayah Negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka sudah selayaknya kita dapat mempercepat penyelesaian penegasan perbatasan negara secara benar. Dengan mengetahui batas yang benar maka barulah bisa untuk lebih memperhatikan keterpaduan pembangunan sarana dan prasarana yang bisa menghubungkan wilayah NKRI dengan dunia luar. Buku ini disusun dengan tujuan memberikan gambaran secara utuh penetapan dan penegasan batas wilayah negara yang terkait  penetapan dan penegasan perbatasan mulai dari teori berawal mulai dari  munculnya perbatasan yang di representasikan garis batas, tugu-tugu batas, pos-pos lintas batas serta berbagai asesori perbatasan lainnya seperti jalan raya, jalan inspeksi, jalan tikus, Papan Nama, Gapura dan sosok atau Beacon. Tentu saja Buku ini masih jauh dari sempurna namun demikian akan terus diupayakan agar dapat  menampilkan realitas maupun semangat yang menyertai penegasan batas di perbatasan. Diyakini materi dan penyajian dalam penulisan buku terkait penetapan dan penegasan perbatasan ini masih sangat sederhana dan masih terdapat berbagai keterbatasan. Karena itu masih diperlukan bantuan para pihak khususnya pemerintah daerah,  Kodam perbatasan,  instansi terkait  dan masyarakat di wilayah perbatasan untuk ikut serta memberikan dan melengkapi berbagai informasi yang telah ada.
Sebagai akhir kata, disampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku penetapan dan penegasan Wilayah Perbatasan ini sehingga bisa sampai ketangan anda.

Sumber : Wilayahperbatasan.Com


[1] Surveyor Belanda waktu itu DPP seorang Letnan dari korps Zeni Belanda, melakukan mobilisasi Timnya ke perbatasan lewat Sungai dan jalan darat. Tetapi yang menakjubkan adalah hasil ukuran mereka yang kalau dibandingkan dengan teknologi sekarang (Citra Satelit) hasilnya nyaris sama. Topografi TNI-AD telah melakukan penelitian secara detail hasil ukuran Belanda-Inggris  100 tahun yang lalu hasilnya sama.

Mar 21, 2020

Kedai Kopi di Perbatasan



Kedai Kopi di Perbatasan

Oleh  : Harmen Batubara

Kopi Mandheling atau Mandailing sudah dikenal orang Eropa dan Amerika sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya sejak zaman Belanda Tahun 1833. Sebagai warga Mandailing kita sering bertanya dalam hati. Seperti apa sih Topnya Kopi Mandheling ini? Hal itu bisa kita lihat dari Perhelatan Specialty Coffee Association of America[1] (SCAA) Expo ke-28  di Georgia World Congress Center, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), 14-17 April 2016. Asosiasi kopi spesial terbesar Dunia. Terlebih dalam ajang tahunan tersebut Indonesia terpilih menjadi PORTRAIT COUNTRY. Portrait country merupakan penghargaan dari SCAA kepada negara penghasil kopi-kopi terbaik. Dengan menjadi portrait country, sebuah negara mendapat panggung dan perhatian khusus dalam ajang yang menjadi barometer industri kopi spesial itu.
"Dunia sudah lama menikmati kopi-kopi terbaik dari Indonesia. Ini saatnya kami mengapresiasi Anda. Berterima kasih kepada para petani hingga pelaku industri di dalamnya," kata Bill Carney, Direktur Eksekutif SCAA. Selain pameran kopi spesial, SCAA juga menjadi tempat pameran dan transaksi teknologi pemrosesan dan penyajian kopi terkini. SCAA dihadiri sekitar 12.000 orang dari lebih kurang 75 negara. Di antara negara-negara itu, nama Indonesia bergaung di setiap penjuru sejak awal pembukaan, Kamis (14/4/2016) malam.

Pada seremoni pembukaan, video testimoni orang-orang berpengaruh di dunia kopi tentang cita rasa kopi Indonesia ditayangkan di depan ribuan peserta. Selain Erna Knutsen, Presiden Direktur Royal Coffee AS Bob Fulmer juga menuturkan, Indonesia telah membantu manusia menemukan keindahan cita rasa dari sebuah tanaman tropis."Dear Indonesia, thank you for your coffee (Indonesia, terima kasih untuk kopi Anda)," ucapnya.
Dalam ajang pameran, Indonesia juga mendapat posisi strategis, yaitu tepat di tengah arena. Mengusung tema besar "Remarkable Indonesia: Home of World's Finest Coffee", paviliun pameran Indonesia tidak pernah sepi tamu. "Jujur saja, saya penasaran dengan kopi dari Indonesia. Walau secara bisnis kami bersaing dengan Indonesia, harus diakui, cita rasa kopi Indonesia begitu kaya rempah," ujar Jonathan da Silva (38). Pemilik kedai kopi wakil delegasi Brasil itu asyik bicara soal kopi sambil menyeruput secangkir kopi gayo di salah satu sudut paviliun Indonesia.
Pada perhelatan SCAA, Indonesia memamerkan 17 jenis kopi spesial yang telah diuji oleh Caswell's Coffee, satu-satunya laboratorium kopi di Indonesia yang bersertifikat standar SCAA. Kopi-kopi itu dihasilkan dari lima pulau di Indonesia: Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali, dan Flores. Ketujuh belas kopi spesial tersebut antara lain jenis gunung puntang, mekar wangi, manggarai, malabar honey, atu lintang, toraja sapan, bluemoon organic, gayo organic, java cibeber, kopi catur washed, dan west java pasundan honey. Selain itu, ada juga arabica toraja, flores golewa, redelong, preanger weninggalih, flores ende, dan java temanggung.
Kalau kita mau melihat bagaimana bisnis Kopi merajai Dunia dan meraup keuntungan dari Kopi, kita bisa melihat Starbucks. Starbucks Corporation[2] adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,dengan 20.336 kedai di 61 negara, termasuk 13.123 di Amerika Serikat, 1.299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, 164 di Thailand dan 326 di Indonesia. Bisa dibayangkan berapa keuntungan bisnis yang bisa mereka raih dari usaha Kopi ini. Padahal di Dunia ini ada jutaan Outlet penjual minuman Kopi. Data Kementerian Perdagangan RI menyebutkan, pada 2015, nilai ekspor kopi Indonesia ke dunia tercatat mencapai 1,19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun. Angka itu meningkat 15,21 persen dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar 1,03 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,9 triliun. Dari seluruh ekspor, AS masih menduduki peringkat pertama negara tujuan dengan nilai 281,15 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,7 triliun. Setelah AS, negara tujuan ekspor kopi terbesar adalah Jepang, Jerman, Italia, dan Malaysia. Saat ini, pangsa pasar kopi Indonesia di AS sebesar 5,5 persen atau menempati urutan keenam setelah Brasil, Kolombia, Vietnam, Kanada, dan Guatemala.


Indonesia punya tradisi kedai kopi yang luar biasa dan itu ada dimana-mana dan sekarang para pengusaha muda kita telah dan tampil untuk mengurainya dan itu bisa dipercaya akan menemukan pola dan alur bisnis keberhasilannya. Mana tahu, kedai-kedai Kopi seperti ini perlu juga di hadirkan di wilayah-wilayah perbatasan. Khususnya kini setelah jalan-jalan sudah terbuka di sepanjang perbatasan. Harapan kita minimal memperlihatkan wajah asli Kopi Indonesia dengan aroma kopinya sebagai kopi terbaik dan termahal di Dunia.
Budaya kedai Kopi di sekitar kita sungguh sangat menarik. Tahun 90 an ketika melakukan  survei pemetaan ke Pulau Sieumeuleu (selatan Meulaboh) dan sempat tiga bulan di Sinabang, maka salah satu yang membuat saya terkesan adalah tradisi kedai Kopinya. Bayangkan kedai Kopi itu sudah buka sejak sholat subuh selesai atau sekitar jam 05.00 waktu setempat. Di pagi sesubuh itu anda sudah bisa mendapatkan Kopi hangat dan makanan ringan, murah meriah dan itu terus berlanjut. Bayangkan sehabis anda sholat subuh dan mampir di warung Kopi itu. Sembari menyeruput kopi hangat di pagi buta sungguh sangat menyegarkan. Suatu suasana yang sulit dilupakan.
Di Pontianaka Kalimantan Barat suasananya beda lagi. Sungai Kapuas pernah sibuk sebagai jalur transportasi air pada tahun 1960-an. Dari sana lahir tradisi minum kopi di sekitar Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. Tempat rehat transportasi air itu lalu bersemi jadi penyangga kelas menengah di seluruh pelosok Kalbar. Minuman kopi—dengan berbagai variannya—bahkan telah merambah ke kafe-kafe dan hotel-hotel berbintang di Pontianak. Warung kopi telah bermetamorfosis sebagai etalase sosial dan penggerak ekonomi masyarakat sekaligus.
Dalam gaya yang berbeda ternyata kita juga dapat melihat tradisi Warung kopi di Pontianak. Warung Kopi di sana juga adalah tempat berkumpul hampir semua kalangan dengan semua ragam karakternya. Riuh pembeli bisa dijumpai di hampir semua warung kopi di Pontianak, bukan hanya pada pagi atau siang, melainkan juga malam hingga hari berganti. Pagi hari, orang datang ke warung kopi sebelum berangkat kerja atau masuk ke kantor. Siang hari, giliran para pekerja dengan mobilitas tinggi, seperti salesman dan pebisnis kelas menengah dan bawah yang memenuhi warung kopi. Malam harinya, orang-orang yang sudah suntuk dengan kesibukan siang hari melepas penat di warung kopi.
Menurut budayawan Tionghoa, Lie Sau Fat atau XF Asali, menuturkan, kebiasaan minum kopi yang kini ada di Pontianak awalnya dibawa oleh sejumlah mantan koki kapal-kapal besar China ke Kabupaten Sambas, Kalbar. ”Mereka adalah etnis Hainan,” tutur Asali. Asali sudah menjumpai toko kopi di Pemangkat, Sambas, sekitar tahun 1942. Dari Sambas, kebiasaan warung kopi itu lalu diikuti oleh masyarakat di pesisir hingga Pontianak. ”Di Pontianak, tradisi minum kopi makin ramai sejak 1969.”
Namun, warung kopi juga pernah menjadi lahan prostitusi terselubung di daerah Sungai Raya, Pontianak, era tahun 1970-an “dan terkenal juga sebagai Kopi Pangku”. Tahun 1990-an, kawasan prostitusi itu dibubarkan. Etalase sosial bernama warung kopi tidak hanya mengukuhkan perubahan sosial yang ada, tetapi juga berfungsi sebagai penyangga kekuatan sosial ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah di sana selama beberapa dekade. Apa jadinya pedalaman Kalbar dan Pontianak tanpa jejaring warung kopi.(Kompas, Agustinus Handoko,20 Nov 2010)
Warung Kopi di Jakarta
Masih ingat tulisan kita beberapa waktu lalu? Ya Kedai kopi Anomali di Jakarta misalnya adalah salah satu fenomena menarik soal kebangkitan kedai kopi lokal di tengah keriuhan kedai kopi internasional yang mendominasi setiap sudut kota. Pada tahun keempat sejak berdiri, dengan ketekunan dua anak muda pendirinya, Anomali kini memiliki empat kedai di Jakarta. Di papan nama Anomali di setiap kedai diusung tagline: ”Kopi Asli Indonesia”. Di situlah soalnya kemudian. ”Di Anomali, kopinya lebih fresh karena mereka mengerjakan roasting biji kopi sendiri di kafenya, kita bisa lihat. Aku selalu beli beans di sana. Apalagi, kopinya langsung dari petani lokal, it’s nice,” tutur Santi Rivai (37), desainer grafis yang menggemari kopi sejak duduk di bangku SMA. ”Indonesia merupakan negara dengan jumlah single origin kopi terbanyak di dunia. Untuk specialty coffee setidaknya ada delapan single origin di Indonesia,” ucap Agam.


Tekad mengusung kopi lokal Indonesia bagi Agam dan Irvan bukanlah berangkat dari sauvinisme, melainkan, di kalangan pencinta kopi dunia, kopi asal Indonesia memang merupakan salah satu kopi terbaik di dunia saat ini selain Kolombia dan Brasil. Sebab itu, mereka memutuskan mengeksplorasi total kopi Indonesia sendiri. Ada soal nasionalisme yang pekat juga di situ.
Kedai lokal pemain di ranah specialty coffee lainnya yang mengesankan adalah kedai Kopi Kamu yang berlokasi di Senayan Residence, Jakarta. Kedai yang baru didirikan pengusaha Rudy J Pesik pada Juni 2010 ini juga dengan kesadaran penuh mengusung kopi terbaik asal Indonesia. Rudy yang membeli waralaba Camus di Perancis ini memasarkan produk Kopi Kamu di 1.000 outlet di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura.
Rudy Pesik yang antara lain mempunyai bisnis di bidang kargo DHL Express itu masuk bisnis kopi karena merasa tertantang setelah kopi Indonesia dikatakan tidak enak. Kopi luwak, misalnya, merupakan potensi Indonesia dan telah terbukti dikenal di kalangan penikmat kopi internasional. ”Kita ini di Nusantara mempunyai kopi dengan kualitas bagus. Saya tertantang untuk membuktikan bahwa kopi kita yang terbaik,” kata Rudy.

Kopi Kinta Mani dan Kopi Empat Lawang
I Wayan Jamin (50) punya cara menaikkan posisi tawar kopi Kintamani. Di pelosok Desa Landih, Bangli, hanya beberapa kilometer dari perbukitan Kintamani, Bali, sejak setahun lalu ia membuka perkebunan kopi luwak. Jamin tidak menangkar luwak di dalam kandang sebagai ”mesin produksi” kopi, tetapi ia ”meliarkan” 31 ekor luwak di area 80 are perkebunan kopinya. Putu Fajar Arcana
Jamin mencoba membuat tiruan perkebunan alami, di mana luwak ”seolah-olah” berada di alam liar. Ia memagari 80 are dari sekitar 2 hektar kebun kopi miliknya. Lalu di kebun berpagar itu, ia melepas 31 ekor luwak, besar dan usia yang setara. Pada musim petik buah kopi antara Mei sampai Juli, luwak-luwak akan berloncatan dari satu pohon ke pohon lain untuk memilih sendiri buah kopi ”terlezat”. Dan pagi hari, di sela kebun kopi, Jamin bisa mendapatkan antara 3-5 kilogram kopi luwak basah setiap hari. ”Kami baru memungut kopi-kopi itu pada sore hari agar lebih kering untuk kemudian dicuci bersih dan dijemur,” katanya.

Selain memelihara luwak sebagai ”mesin produksi” kopi yang alami, Jamin bersama warga desa di Subak Sukamaju, Kintamani, kelompok petani kopi, bekerja sama untuk mengumpulkan kopi luwak liar dari hutan wisata Kintamani seluas 150 hektar. Untuk satu kilogram kopi luwak liar basah, Jamin membayar Rp 100.000. ”Tetapi saya hanya memberi pemungutnya Rp 50.000, dan Rp 50.000 lagi disimpan di kelompok subak,” kata Jamin. Dengan cara itu, anggota subak dan kelompok akan tumbuh bersama-sama menikmati rezeki yang mengalir dari luwak.
Ceritanya beda dengan Kopi Empat Lawang. Soal itulah yang kini dihadapi oleh para petani kopi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Padahal tanaman kopi di kabupaten ini sudah ada sejak zaman Belanda dulu. Luasan sebaran kebun kopi, menurut Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri, di kabupaten ini mencapai 61.978 hektar atau seperempat dari total luas wilayah.
Masalahnya, sebagian besar petani masih mengolah kopi jenis robusta ini secara tradisional, hanya menjemur kopi basah di pinggiran jalan. Peluang itu justru dimanfaatkan oleh daerah seperti Lampung, yang kemudian memasarkan kopi Empat Lawang, sebagai kopi Lampung. Di sini seolah berlaku pepatah, Empat Lawang punya kopi, Lampung punya nama. Itulah sebabnya, Budi Antoni bertekad akan membuka kafe kopi khusus Empat Lawang di Jakarta.
Kopi Lokal Kopi Kebanggaan.
Pusat Riset Perbatasan Universitas Pertahanan sekarang ini tengah membuat Kajian yang mengusung Pulau Sebatik jadi Kota Perbatasan. Kota ini nantinya adalah semacam kota kembarannya Tawau dan menjadi “hub” dan simpul perdagangan yang mengakomodir potensi pesisir timur Kalimantan Timur mulai dari Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata-Tanjung Selor-Tanjung Redep-Tarakan-dan Nunukan hinga Sebatik. Kota ini nantinya harus terkoneksi dengan Nunukan dan dengan “maindland”nya Pulau Kalimantan, sehingga dibutuhkan dua jembatan sebagai simbol perbatasan yakni yang menghubungkan Sebatik-Nunukan dan kemudian jembatan yang menghubungkan Nunukan-Pulau Kalimantan.
Nah itu yang intinya, tetapi yang ikutannya adalah bagaimana membuat grai warung Kopi yang menarik di perbatasan. Kalau saja pantai di sekitar Hotel Perbatasan Di Sebatik yang sudah ada saat ini di sulap jadi Pusat Rekreasi, yang mampu menghadirkan “taman pantai” dan “gelanggang renang alami” yang memungkinkan perenang alam bisa berenang dari Sebatik-ke Tawao dan sebaliknya. Bayangkan kalau setiap tahunnya bisa dilakukan lomba renang alami Asean atau Dunia di sana. Kekuatannya adalah pada pengelolaan Pantai yang alami dan kuat. Nah kita ingin nantinya di sana ada juga “warung kopi perbatasan” yang jadi trade mark Indonesia sebagai “pemilik Kopi terbaik dan termahal” di Dunia. Memang sekarang sih masih jauh dari yang diharapkan. Pantainya saja belum terurus, kotor dan belum berbentuk sama sekali.
Hanya saja meski bentuk pantainya masih belum ditata tetapi di Pulau Sebatik ( perbatasan RI-Malaysia) ternyata warung Kopinya juga belum muncul. Rasa Kopi disini lain lagi ceritanya, di pulau itu buah Kopi memang sudah lama dikenal dan mereka sering menyebutnya sebagai yang enak rasanya. Hanya saja, kopi yang ke sohor justeru “Kopi Tongkat Ali” nya produk kopi sachet Malaysia. Kopi ini sudah melegenda sebagai penambah “stamina”, dan mereka mengandonnya dengan cara atau istilah “kopi tarik”. Cara seduhnya dilakukan dengan dua cangkir yang seolah saling ditumpahkan dari cangkir yang satu ke cangkir lainnya; jadi terlihat seperti di tarik. Di sini mereka belum tahu seperti apa “militansi kedai Kopi di Jakarta” dan juga di tempat-tempat lainnya.
Mereka juga belum tahu semangat ke”lokal”an juga menapasi Waddaddah, kedai kopi di Bandung, Jawa Barat, yang fokus mengusung kopi asal Bulukumba, Sulawesi Selatan. Yaya, yang asal Bulukumba, mendirikan Waddaddah karena kepincut berat dengan cita rasa kopi di kampungnya. Menurut Yaya, terjadi demam pertumbuhan warung kopi di Bulukumba sejak Facebook digandrungi. Pasalnya, warung kopi penyedia wifi gratis menjadi salah satu faktor penarik pengunjung. Demam ngopi di kedai jadi trend baru di Desanya. Menurutnya ini agak aneh, sebab, perkebunan kopi telah eksis sejak zaman Belanda di Sulawesi. Namun kultur minum kopi di Bulukumba, terlebih di kedai kopi, menurut Yaya, baru muncul belakangan ini.
Sikap total serupa juga dilakukan oleh kedai kopi lokal bernama Macehat di Medan, Sumatera Utara. Kedai kopi yang mengusung kopi lokal arabika khusus asal Sumatera ini bahkan mengolah sendiri buah kopi yang baru dipanen. Buah kopi itu kemudian dipilih yang benar-benar berwarna merah. Kopi lalu ditangani melalui tahap pengolahan yang panjang, mulai dari pengupasan, fermentasi, pencucian, pengeringan, pendinginan (tampering), pengupasan kulit tanduk, pengeringan akhir, hingga penyang raian. Pendirinya, Verayani Jioe, meyakini cara demikian mampu meraih dan menjaga kualitas biji kopi yang premium.


[1] http://print.kompas.com/baca/2016/05/11/Nusantara-Rumah-Kopi-Terbaik-Dunia
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Starbucks

Feb 6, 2020

Kasus Korupsi Dana Desa Maluku Terus Bertambah



Kasus Korupsi Dana Desa Maluku Terus Bertambah

Oleh : Frans Pati Herin

Pengucuran dana desa sejak 2015, khususnya di Maluku, di antaranya turut menimbulkan pergunjingan terkait gaya hidup aparat desa yang berubah. Di sisi lain, kemiskinan di desa masih tetap tinggi. Di tengah kondisi itu, evaluasi terhadap pengelolaan dana desa terus dijalankan di Maluku demi pemanfaatan yang menyejahterakan warga desa. ”Jangan sampai terjadi penyalahgunaan uang,” ujar Wali Kota Ambon Richard Luhenapessy saat melantik puluhan saniri negeri di Kota Ambon, Rabu (5/2/2020).

Saniri negeri merupakan lembaga perwakilan masyarakat di desa-desa adat. Selain berperan dalam pengawasan, lembaga itu juga menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam penyusunan anggaran ataupun aturan desa. Dalam struktur pemerintahan modern, lembaga itu disebut badan permusyawaratan desa.
Richard juga mengingatkan agar pengelolaan dana desa melibatkan masyarakat, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Perangkat desa harus transparan menggunakan dana desa. Ia mencermati fenomena sejumlah kepala desa yang gaya hidupnya berubah sejak mengelola dana desa. Di sisi lain, pengelolaan dana desa belum optimal menggenjot pertumbuhan ekonomi di desa.

Mereka tiba-tiba beli perahu motor, beli sepeda motor, dan beli mobil bak terbuka. Itu uang dari mana? Masyarakat pasti curiga. Kondisi itu yang menimbulkan pergunjingan di masyarakat. Di desa-desa di Kota Ambon, seperti Negeri Lama dan Poka, masyarakat melaporkan dugaan korupsi dana desa ke Kejaksaan Negeri Ambon. Di kota itu ada 30 desa yang rata-rata mendapat dana sekitar Rp 1 miliar per tahun.

Dalam sejumlah kesempatan, orang-orang yang mengaku perangkat desa menghabiskan banyak uang di tempat hiburan malam di Kota Ambon. Biasanya ada lebih dari dua orang. Setiap kali masuk ke ruangan VIP tempat karaoke, paling sedikit pengeluarannya Rp 3 juta di luar tip. Fenomena itu muncul sejak dana desa digelontorkan tahun 2015.

Nus Termas, tokoh pemuda dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menuturkan, banyak kepala desa di daerah itu tiba-tiba memiliki tambahan aset di luar kewajaran. Masyarakat yang mempertanyakan dianggap membangkang. ”Mereka tiba-tiba beli perahu motor, beli sepeda motor, dan beli mobil bak terbuka. Itu uang dari mana? Masyarakat pasti curiga,” ujarnya.

Kasus korupsi

Data yang dihimpun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon, menunjukkan semakin banyak kasus korupsi dana desa disidangkan. Tahun 2019 total ada 17 kasus. Tahun-tahun sebelumnya tidak sampai lima kasus per tahun. Kasus korupsi dana desa salah satunya terjadi di Desa Ustutun, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam persidangan, Zakarias Maika, kepala desa, mengaku menggunakan dana desa untuk membiayai pendidikan anaknya. Nilai uang yang disalahgunakan Rp 103 juta. Pengamat sosial Universitas Pattimura, Ambon, Josep A Ufi, berpendapat, jabatan kepala desa yang dianggap menjanjikan itu lantas jadi rebutan. Dinamika politik di desa memanas sehingga muncul kubu-kubu.

Di beberapa desa, seperti Batu Merah di Kota Ambon dan Suli di Kabupaten Maluku Tengah, kantor desa disegel sebagai buntut pemilihan kepala desa. Di dua desa adat itu, hanya keturunan tertentu yang berhak menjadi raja atau kepala desa. ”Pranata adat bisa rusak,” ujarnya.

Ironisnya, kemiskinan di desa masih tetap tinggi. Badan Pusat Statistik Maluku mencatat, jumlah penduduk miskin di Maluku malah bertambah dari 317.690 orang pada Maret 2019 menjadi 319.510 orang pada September 2019. Sebagian besar penduduk miskin berada di perdesaan, yakni 271.370 jiwa, sedangkan di wilayah perkotaan 48.150 jiwa.

Pembangunan desa masih fokus pada pembangunan fisik.

Penduduk miskin adalah warga dengan pengeluaran per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Maluku dalam survei tersebut adalah Rp 545.378. Saat ini, jumlah desa di Maluku dengan status mandiri hanya 10 desa, status maju 84 desa, status berkembang 376 desa, status tertinggal 580 desa, dan status sangat tertinggal 145 desa.



Padahal, dana desa yang digelontorkan ke Maluku sejak tahun 2015 hingga 2020 mencapai Rp 5,3 triliun. Sasarannya untuk 1.198 desa. Penjabat Kepala Desa Rumah Tiga, Kota Ambon, Juan Y Kayadoe mengatakan, kunci utama pengelolaan dana desa agar dipercaya masyarakat adalah transparansi dan komunikasi. Perumusan program harus dimulai dari akar rumput.

Menurut dia, pada beberapa tahun terakhir, pembangunan desa masih fokus pada pembangunan fisik. Ke depan, pemberdayaan ekonomi akan didorong. Besaran dana desa itu mencapai Rp 1,2 miliar per desa.  Sumber : Kompas.id., Wajah Dana Desa di Maluku, 6 Februari 2020

Oct 17, 2019

Panduan Membuat Website Bersama LandingPress



Panduan Membuat Website Bersama LandingPress
Kalau anda bertanya kepada saya? Bagaimanakah cara belajar membuat website ini agar bisa berhasil dengan baik? Maka saran saya, Anda bisa temukan di Panduan Membuat Website Bersama Landing Press. Maka saya sarankan agar anda mengikuti petunjuk yang ada pada Panduan tersebut. Saran yang saya berikan adalah sebagai berikut :  Lanjutkan dahulu membaca nanti di ujung kita jelaskan cara nya yang paling sederhana dan sudah teruji.
Yang jelas dengan melihat Ciri-ciri Theme Modern maka Theme LandingPress adalah pilihan yang pas.  Ya LandingPress bermakna Satu WordPress Theme untuk Semua Kebutuhan Bisnis Online Anda! LandingPress sudah Membantu Mengakselerasi dan Meningkatkan Profit hampir 7000+ Pebisnis Online seperti Anda dengan Mudah Apa yang Bisa Anda Lakukan dengan LandingPress?  Ya Sekarang Anda Bisa Membuat Hampir Semua Halaman Penawaran Bisnis Anda dengan Mudah Mulai :
·                     Pemilik Toko Online ; Membuat toko online yang canggih. eCommerce, cek ongkir, auto chat WA & SMS
·                     Digital Advertiser ; Mengumpulkan audiece melalui Facebook Pixel dan Google Tag Manager dengan mudah
·                     Pelaku MLM Online ; Bikin halaman penawaran yang menarik untuk mengumpulkan prospek
·                     Affiliate Marketer ; Bikin halaman penawaran bonus dengan drag and drop LIVE editor
·                     Bloger / Publisher : Bikin website yang fast loading & mobile friendly untuk memikat para pengunjung
·                     Personal Branding; Membuat halaman portofolio yang shareble dengan mudah
Bayangkan Besarnya Potensi Calon Pembeli/Konsumen/Prospek Dari Bisnis Online Anda! Kami Coba tampilkan data dari CFO Zalora, Frans Budi Pranata dan Dia mengatakan:
·                     Di Indonesia, ada 90 ± juta orang yang kini telah terhubung dan bisa menggunakan Internet.
·                     Orang Indonesia rata-rata habiskan 5-6 Jam ONLINE.
·                     Orang Indonesia yang punya kartu kredit lebih dari 15juta orang.
·                     Orang Indonesia yang punya rekening bank lebih dari 90juta orang.
·                     60% Orang Indonesia memegang CASH.
·                     Industri ecommerce kita 500% growth selama 4 tahun terakhir.
·                     Saat ini sales online USD 10 milyar, di tahun 2020 menjadi USD 130 milyar.
Kami yakin sekali, Anda sedang berbisnis atau akan berbisnis Online. Inilah beberapa alasan kenapa Anda membuka website LandingPress ini sekarang.
Karena Jualan online itu membutuhkan pemasaran Online dan itu memerlukan cara yang tepat dan kata kuncinya ada 2, yaitu: Traffict Generation, dan Traffict Conversion. Anda bisa menggunakan search engine optimization (SEO) atau Facebook Ads untuk urusan traffict generation. Sementara untuk traffict conversionkita anda memerlukan “Sales Funel” Ya. Sales Funel Profesional. Karena itu pekalah dan beri perhatian pada desain dan ilustrasi sales funnel. Semua pebisnis online yang sukses harus memahami kekuatan dan kelemahan Sales Funel ini.
Sales funnel mengikuti psikologi konsumen masing-masing. Bisnis jualan obat herbal dan jualan kamera tidak sama, jelas beda termasuk psikologi konsumennya. Inilah sebabnya kenapa sales funnel setiap bisnis tidak sama.
LIHAT LANDINGPRESS DI BLOG SAYA DI SINI atau DISINI
Jadi, jika Anda sudah capek-capek promosi tetapi konversi penjualan masih kecil ada dua kemungkinannya: apakah traffict yang Anda generate sudah tertarget? ; apakah desain sales funnel Anda sudah tepat?
Urusan menarget konsumen bisa kita serahkan ke para marketing misalnya facebook ads maupun google adwords. Tetapi problemnya “sudah capek-capek promosi tetapi tidak ada penjualan” bakal tetap muncul  jika Anda tidak membuat sales funnel yang professional dan menarik. Dan ternyata yang paling menyebalkan adalah…Membuat Sales Funnel ternyata Sulit Sekali! Terlebih lagi kalau Anda tidak memakai “alat dan sarana” yang pas.
KUNJUNGI WEBSITE LANDINGPRESSNYA DI SINI
Banyak perkara yang harus Anda perhatikan, seperti :
·                     Website wajib FAST LOADING dan MOBILE FRIENDLY
·                     Landingpage harus simple, menarik dan profesional
·                     eCommerce System (toko online) yang komplit dan easy to use
·                     Blog yang informatif guna membangun engagement dengan pengunjung
·                     Integrasi dengan facebook fixel, adroll dan google tag manager
Dan berbagai keunggulan lainnya . . .Tentu ini tidak murah! KECUALI…YA KECUALI ANDA MENEMUKAN THEME YANG PAS DAN PROFESIONAL. Sekarang Anda bisa membuat hampir semua jenis landingpage, toko online canggih, dan website UKM Anda dengan sangat mudah! Meski Anda masih pada katagori New Bie  Yaitu denganTheme LandingPress.
Jika anda sudah pernah mencoba membuat Website dan menyerah karena terlalu ribetnya membuat website, silahkan baca terus…Karena itu dari pengalaman saya cara termudah membuat website adalah dengan mempraktekkannya secara langsung dan ada yang menjadi Mentornya. Artinya kalau anda menemukan kesulitan ada tempat bertanya untuk memberikan solusinya. Nah kalau anda ikut memakai Theme LandingPress ini maka secara otomatis anda mempunya Mentor asli dari Team LandingPressnya, serta semua cara memakai Theme LandingPress ini sudah ada Vidonya. Anda tinggal lihat videonya dan ikuti isntruksinya. Juga mereka punya Group Facebook. Jika ada permasalahan yang Anda hadapi tidak ada solusinya di Video Tutorial Anda dipersilahkan menghubungi Tim Pendukung melalui email di bawah ini. Yakni : support@landingpress.net.
Kenapa harus email? Email ini langsung terkoneksi dengan support ticket system milik LandingPress. Sehingga mereka bisa menerapkan sistem “antrian” yang adil jika sedang banyak yang menghubungi mereka via email tersebut. Juga masih ada Komunitas (Unofficial Support): Selain support via email, LandingPress juga punya beberapa channel komunikasi lainnya. Mereka sebut unofficial support karena di sini member bisa saling berdiskusi dan saling membantu satu sama lain. Facebook Group: https://www.facebook.com/groups/secretlpid/ ; Telegram Group: https://t.me/joinchat/AAAAAEC912FlRJu6vX_F6A ; Telegram Channel (satu arah):  https://telegram.me/landingpress.
Disamping itu kami juga secara tidak langsung akan menjadi Mentor Anda tentunya kalau anda membeli Theme LandingPress dari Link Kami yakni DISINI Jika anda mempelajari video-video kursus Website ini, maka anda telah membuka jalan pintas untuk mempelajari dan memahirkan kemampuan anda dalam membangun website berbasis WordPress. Video-video tersebut akan memandu anda langkah demi langkah menguasai CMS WordPress. Anda tau banyak tutorial yang tersedia GRATIS di internet namun kebanyakan dari tutorial tersebut hanya dalam bentuk tulisan bukan sebuah video praktek langsung atau live study kasus.
Padahal metode belajar terbaik adalah dengan melakukan secara langsung atau praktek, ini yang akan membuat langkah pembelajaran menjadi 100 kali lipat lebih cepat dan mudah. Oleh karena itu LandingPress menghadirkan Video Tutorial dan praktek secara langsung sampai Anda mahir melalui Video-video Tutorial Website tersebut…
Jadi ….  Kalau anda bertanya kepada saya? Bagaimanakah cara belajar membuat website ini agar bisa berhasil dengan baik? Maka saya sarankan agar anda mengikuti saran saya. Saran yang saya berikan adalah sebagai berikut :
Pertama : Pelajari Cara membuat website WordPress secara Mendasar. Tutorialnya kita buat pada Bab II dan BAB III  Baca totorialnya dan praktekkan caranya. Sehingga anda sudah memahami bagaimana sebenarnya cara membuat website yang benar. Dengan demikian kalau ada ide atau cara baru terkait pembuatan website maka anda sudah bisa secara kritis menganalisanya dan mempertanyakan logikanya sendiri apakah itu cocok untuk diterapkan atau malah sebaliknya. Justeru tidak cocok untuk website yang akan anda buat. Ya seperti itulah.